Senin, 01 Juni 2020
Pengantar Animasi Dan Desain Grafis 1.3
TUGAS PENGANTAR ANIMASI & DESAIN GRAFIS KE- 1.3
DOSEN PEMBIMBING : DONIE MARGAVIANTO, SKOM.,MMSI
MUHAMMAD REZA PAHLEVI 1B119074
3KA20
STORYBOARD DAN STOP MONTION
·
Pengertian Storyboard Menurut Para Ahli
Beberapa
ahli pernah menjelaskan mengenai definisi storyboard, diantaranya adalah:
1.
Halas
Menurut
Halas, pengertian storyboard adalah rangkaian gambar yang dibuat secara manual
untuk memberikan gambaran/ penjelasan tentang suatu jalan cerita
2.
Luther
Menurut
Luther, pengertian storyboard adalah deskripsi pada setiap scene yang
bertujujuan untuk menjelaskan/ menggambarkan objek multimedia dan perilakukan
dengan jelas.
3.
Cristiano
Menurut
Cristiano, pengertian storyboard adalah sebuah outline atau draft dari sebuah
produksi berupa gambar-gambar yang beruntun.
·
Fungsi Storyboard
Seperti
dijelaskan sebelumnya pada definisi storyboard, storyboard berfungsi sebagai
media untuk menyampaikan ide atau gagasan kepada orang lain dalam bentuk
gambar. Di dalam storyboard terdapat informasi penunjang seperti, pesan teks
penjelasan gambar, audio, dan lain-lain.
·
Fungsi storyboard secara umum adalah:
Memberikan
penjelasan tentang alur cerita beradasarkan gambaran besar, mulai dari awal cerita,
bagian tengah, hingga akhir cerita.
Storyboard
berfungsi sebagai media untuk perencanaan pembuatan video pendek atau film.
Fungsi
storyboard yang paling penting adalah memudahkan dalam membuat dan memahami
sebuah alur cerita.
·
Tujuan Membuat Storyboard
Setelah
memahami pengertian Storyboard dan fungsinya, kita tentunya harus mengetahui
tujuannya untuk apa. Sebuah Storyborad dibuat pasti ada tujuan dan manfaatnya.
Berikut
adalah beberapa tujuan membuat storyborad:
1. Untuk
memudahkan dan mempercepat proses pembuatan film, baik itu film pendek maupun
film berdurasi panjang
2. Untuk
memudahkan orang lain untuk memahami alur dan isi dari cerita yang ingin
disampaikan
3. Agar
memudahkan pembuat film dalam memvisualisasikan idenya
4. Membantu
menjelaskan suatu alur narasi dari sebuah cerita
5. Memandu
tim yang terlibat dalam pembuatan film/ video (sutradara, aktor, dan crew)
sehingga bekerja dengan maksimal
·
Manfaat Storyboard
Stroryboard
akan memberikan manfaat besar kepada pembuatnya dalam menyampaikan ide atau
gagasan. Dan orang lain menjadi lebih mudah mengerti gagasan yang disampaikan
kepadanya.
Berikut
adalah beberapa manfaat storyboard:
1. Membantu
proses pembuatan film menjadi lebih cepat
2. Membantu
memperlihatkan segi artistik sebuah video atau film pendek
3. Membantu
memberikan detail mengenai tata letak visual dari setiap adegan
Penggunaan
Storyboard dalam Berbagai Bidang
1. Storyboard
Dalam Film
Dalam
dunia perfilman, storyboard juga dikenal dengan shooting board. Pengertian
storyboard dalam perfilman berarti sekumpulan gambar yang berisi kejadian di
dalam film. Bentuk storyboard dalam film ini bisa dibilang komik khusus yang
bisa dipelajari sebelum proses produksi dilaksanakan.
Keuntungan
storyboard dalam film sangat banyak. Ini membantu para director, klien yang
berkecimpung diperiklanan, cinematographer dan lainnya dalam menemukan
kelemahan yang mungkin akan muncul. Tidak hanya itu, storyboard akan membantu
mereka dalam mencari gambaran biaya produksi dan waktu yang diperlukan.
2. Storyboard
Dalam Teater
Kebanyakan
orang beranggapan kalau storyboard tidak digunakan dalam teater. Padahal,
storyboard ini tetap dipakai untuk menentukan layout yang diperlukan.
3. Storyboard
Dalam Animasi
Meskipun
dalam dunia animasi sudah melibatkan gambar bergerak, tentu saja storyboard
tetap dipakai untuk menggambarkan bagaimana tampilan ide cerita tertuang dlam
gambar. Tentu ini berkaitan juga dengan posisi kamera, maslaah timing dan daftar
tertentu yang diperlukan dalam produksi film animasi.
4. Storyborad
Dalam Periklanan
Untuk
periklanan sendiri pada dasarnya juga sama seperti tiga bidang di atas,
storyboard dipakai untuk membuat gambaran umum sebuah adegan atau ide iklan.
5. Storyboard
Dalam Bisnis
Secara
khusus di dunia bisnis, pemakaian storyboard juga sangat perlu. Ini berhubungan
dengan sifat konsumen yang cenderung lebih mudah mengingat informasi saat
dikemas dalam bentuk cerita.
Tentu
ini menjadi hal yang unik ketimbang menunjukkan contoh saja dan memberikan
deskripsi yang menjemukan. Nah, kuncinya ada pada pemberian karakter yang bisa
memerankan sebuah cerita yang berhubungan dengan produk.
Storyboard
kerap dipakai dalam beberapa keperluan di bidang bisnis, misalnya:
1. Bernegosisasi
dengan klien
2. User
stories
3. Customer
journey mapping
4. Untuk
mentoring atau melakukan training saat berada dalam percakapan yang sulit
dijabarkan
5. Mendemonstrasikan
sebuah proses (bisa produk atau jasa)
6. Storyboard
di Dunia Pendidikan
Dalam
dunia storyboard ada berbagai aspek pendidikan yang bisa diserap dan bisa dimanfaatkan
untuk kegiatan mengajar. Hal ini justru bisa mempermudah siswa menyerap materi
lebih banyak karena ditata dengan konsep yang sederhana. Bahkan, penggunaan
gambar ini justru lebih efektif dari pada hanya memakai narasi.
Beberapa
fungsi storyboard dalam dunia pendidikan antara lain:
1. Menciptakan
narasi
2. Merangkum
text
3. Menciptakan
ilustrasi
4. Membantu
menghapalkan kosa kata
5. Membantu
saat presentasi
Cara
Membuat Storyboard
Membuat
storyboard cukup mudah bagi sebagian besar orang. Namun, sebagai gambaran,
berikut ini adalah beberapa langkah cara membuat storyboard:
1.
Langkap pertama adalah membuat rincian
naskah
2.
Buat catatan tentang point-point penting,
yaitu ide dan konsep yang akan dijadikan storyboard
3.
Tentukan media yang nantinya dibuat
storyboard. Ini bisa dalam bentuk gambar manual atau aplikasi komputer
4.
Buatlah gambar sketsa kasar mengenai alur
cerita dalam storyboard, lengkapi dengan penjelasan dan keterangan dalam
pembuatan video/ film
5.
Visualisasikan adegan utama secara nyata
6.
Storyboard yang dibuat harus dilengkapi
dengan informasi berikut:
·
Sketsa / gambaran mengenai layar, halaman/
frame
·
Warna, bentuk, dan juga ukuran grafik jika
perlu
·
Teks asli
·
Jika menggunakan teks, sebaiknya cantumkan
informasi warna, ukuran, dan tipe tulisan
·
Narasi (bila perlu)
·
Animasi (bila perlu)
·
Video (bila perlu)
·
Audio (bila perlu)
·
Interaksi dengan audiens (bila perlu)
PENGERTIAN ANIMASI
STOP MOTION
·
DEFINISI ANIMASI
Definisi
Animasi : Animasi adalah serangkaian gambar yang bergerak dengan cepat secara
kontinu yang memiliki hubungan antara satu dan lainnya. Objek animasi dapat
berasal dari gambar yang digambar pada media sel, kertas, menggunakan komputer
atau dengan tanah liat dan boneka. Definisi Film : merekam gambar yang
bergerak. Seni film mencakup seluruh seni yang pernah ada, ditambah dengan
sarana publikasi dan teknologi, khususnya fotografi.
·
TEKNIK PEMBUATAN ANIMASI :
Dalam
dunia animasi dikenal beberapa teknik pembuatanya, antara lain :
Cel
Animation Cel animation mengharuskan para animator untuk menggambar (dengan
tangan) frame-frame yang dibutuhkan untuk menghasilkan ilustrasi gerakan objek.
Cel animation juga disebut traditional animation dan hand-drawn animation,
teknik ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu: full animation, limited animation
dan rotoscoping.
Stop
Motion Animation Stop motion disebut juga frame-by-frame, objek seakan bergerak
karena mempunyai banyak frame yang dijalankan secara beraturan. Teknik Animasi
Ini Menggambarkan berbagai manipulasi objek yang mungkin termasuk model, tanah
liat dan boneka. Stop motion animation dibuat dengan cara shoot satu demi satu
gambar dengan menggunakan video atau movie camera, bisa juga menggunakan kamera
photography analog ataupun digital, hasil shot still image(gambar diam) tadi
lalu disusun menjadi movie.
Computer-Generated
Imagery (CGI) Animasi komputer (computer animation atau CGI animation) adalah
seni membuat gambar bergerak dengan menggunakan komputer.
Live
Action and Cartoon Combinations Teknik ini menggabungkan live action dengan
kartun. Live action menggambarkan orang- orang dan sesuatu yang serupa dengan
dunia nyata. Kartun adalah nama untuk suatu bentuk gambar yang dibuat
representasional terhadap suatu peristiwa, dengan arah hasrat melucu
·
SEJARAH ANIMASI STOP MOTION
Animasi
stop motion memiliki sejarah panjang dalam film. Sering digunakan untuk
menunjukkan benda bergerak seolah-olah dengan sihir, Contoh pertama dari teknik
stop motion dibuat oleh Albert E. Smith dan J. Stuart Blackton Humpty Dumpty
The Circus (1898).
·
PENGERTIAN ANIMASI STOP MOTION
Gerak
berhenti (bahasa Inggris: stop motion atau stop frame) adalah sebuah teknik
animasi untuk membuat objek yang dimanipulasi secara fisik agar terlihat
bergerak dengan sendirinya. Objek tersebut digerakan sedikit demi sedikit di
setiap frame yang akan difoto, menciptakan ilusi pergerakan saat serangkaian
frame tersebut dimainkan secara berurutan berkelanjutan. Boneka dengan sendi
yang dapat digerakan atau figur tanah liat sering digunakan dalam gerak henti
karena alasan kemudahan meletakkannya kembali. Animasi gerak henti yang
menggunakan tanah liat disebut animasi tanah liatatau clay mation.
·
JENIS-JENIS ANIMASI STOP MOTION
1.
Tanah Liat (Clay)
Sering
disingkat claymation, ini adalah jenis animasi stop-motion di mana
masing-masing bagian animasi, baik objek karakter atau latar belakang,
menggunakan “deformasi bentuk “ dengan bahan elastis seperti tanah liat.
2.
Guntingan (Cutout)
Animasi
cutout adalah teknik yang dibentuk dengan menggerakkan potongan lembaran 2-
dimensi. Animasi ini dibuat dengan menggunakan karakter datar, alat peraga dan
latar belakang dari bahan seperti kertas, kartu, kain yang kaku, benda-benda
mati, kain atau bahkan foto.
3.
Gambar (Graphic)
Animasi
grafis adalah variasi dari stopmotion yang lebih konseptual daripada animasi
cel tradisional bidang datar dan animasi kertas gambar (cutout). Tapi secara
teknis ia termasuk stop motion yang dibuat dengan foto (secara keseluruhan atau
sebagian). Animasi grafis dapat dilakukan dengan kamera hanya panning ke atas
dan ke bawah dan / atau difoto secara individu, satu per satu.
4.
Aktor Hidup (Pixilation)
Pixilation
adalah teknik stop motion di mana yang digunakan adalah aktor hidup sebagai
subjek frame-by-frame, aktor tersebut berpose berulang kali untuk satu atau
lebih frame yang diambil (foto) dan bergerak sedikit demi sedikit ke frame
berikutnya. Aktor ini menjadi semacam wayang hidup gerak berhenti dan bergerak.
Teknik ini sering digunakan sebagai cara untuk menggabungkanr aktor hidup
dengan orang-orang dalam sebuah film animasi, seperti dalam The Adventures
Secret Of Tom Thumb oleh Brothers BOLEX.
5.
Wayang (Puppet)
Animasi
boneka biasanya melibatkan tokoh boneka seperti wayang berinteraksi satu sama
lain dalam lingkungan yang dibentuk. Boneka wayang umumnya memiliki tulang
rangka untuk menjaga mereka tetap dan mantap serta menghambat mereka agar
selalu bergerak pada sendi tertentu. Wayang digunakan dan dipotret setiap kali
posisi mereka berubah sedikit demi sedikit untuk membuat gerakan. Dalam animasi
ini kita memberikan kehidupan kepada benda mati dan membuat mereka terlihat
seperti hidup.
6.
Bayangan (Silhouette)
Animasi
guntingan yang dijadikan serangkaian bayangan (hitam) gambar gelap, dan disebut
sebagai animasi siluet. Teknik ini dipelopori oleh animator Lotte German
Reiniger.
Pengantar Animasi & Desain Grafis 1.2
TUGAS PENGANTAR ANIMASI & DESAIN GRAFIS KE- 1.2
DOSEN PEMBIMBING : DONIE MARGAVIANTO, SKOM.,MMSI
MUHAMMAD REZA PAHLEVI 1B119074
3KA20
PRINSIP PRINSIP ANIMASI
Jika
berbicara tentang animasi, tentu tak lepas dari prinsip di dalamnya. Seorang
animator tentu harus mengetahui secara jelas apa saja prinsip animasi yang
menjadi acuan dalam membuat animasi. Berbicara sedikit tentang animator, mereka
tentu berbeda dengan komikus atau ilustrator, di mana seorang animator harus
memiliki kemampuan me-capture moment ke dalam tuntutan gambar sehingga menjadi
hidup. Berbeda dengan komukis, kartunis, atau ilustrator yang menangkap suatu
moment dalam sebuah gambar. Seperti kata animasi yang berasal dari animate,
yang berarti membuat objek mati menjadi seperti hidup maka akan terasa kurang
jika gambar bagus tidak “dihidupkan”. Nah, maka dari itu saat membuat gambar
menjadi hidup tentu harus tahu dulu prinsip animasi di dalamnya. Seorang
animator profesional, Thomas dan Johnston memberikan 12 prinsip animasi yang
mereka adopsi dari animasi Walt Disney. Apa sajakah itu?
1. Solid
Drawing
Dasar
utama tentang animasi adalah menggambar, meskipun saat ini sudah ada komputer
namun menggambar secara manual dinggap menghasilkan animasi yang lebih peka.
Menggambar memiliki peranan sebuah animasi, khususnya animasi klasik ditinjau
dari proses ataupun hasilnya. Menggambar bisa menjadi sebuah observasi dalam
pemahaman terhadap anatomi, komposisi, berat, keseimbangan, dan pencahayaan.
2. Timing
& Spacing
Animator
Disney, Grim Natwick, mengatakan, “Animasi adalah tentang timing dan spacing”
Timing yaitu ketika animator menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus
dilakukan. Spacing yaitu menentukan percepatan dan perlambatan dari
bermacam-macam gerak.
3. Squash
& Stretch
Prinsip
animasi yang satu ini mengupayakan efek lentur pada karakter seolah-olah memuai
dan menyusut sehingga memberikan efek yang lebih hidup. Penerapan prinsip ini
akan memberikan efek dinamis terhadap gerakan sebuah karakter atau benda hidup.
Contoh paling mudah adalah kamu bayangkan sebuah bola dilemparkan. Saat
menyentuh tanah, maka bola yang awalnya bulat menjadi lonjong horizontal, hal
ini memberikan efek yang dinamis dan lebih hidup.
4. Anticipation
Prinsip
Anticipation bisa dikatakan sebagai persiapan gerak atau ancang-ancang.
Misalnya saat sebuah karakter yang ingin melompat, karakter tersebut harus
memiliki gerakan membungkuk terlebih dahulu kemudian baru benar-benar melompat.
5. Slow
In & Slow Out
Prinsip
animasi Slow In & Slow Out menegaskan bahwa setiap gerakan memiliki
kecepatan dan kelambatan yang berbeda. Slow in terjadi jika sebuah gerakan
diawali secara lambat kemudian menjadi cepat. Slow out terjadi jika sebuah
gerakan yang relatif cepat kemudian melambat.
6. Arcs
Sistem
pergerakan karakter yang ada biasanya bergerak mengikuti pola atau dikenal
dengan Arcs. Hal ini dibuat agar karakter bergerak secara smooth dan realistik
karena pergerakannya mengikuti sebuah jalur yang sudah dibuat, misalnya
lingkaran, elips, atau parabola.
7. Secondary
Action
Secondary
action ada dibuat untuk memperkuat gerakan pertama agar terlihat lebih realistis. Kemunculannya
berfungsi memberikan emphasize yang tidak dimaksudkan menjadi pusat perhatian.
Contoh secondary action adalah saat sebuah karaketer berjalan di mana gerakan
utamanya melangkahkan kaki seperti biasa. Nah, secondary action dapat
diaplikasikan dengan mengayunkan tangan.
8. Follow
Through & Overlapping Action
Follow
through bisa digunakan untuk membuat bagian tubuh tertentu tetap bergerak
meskipun sebuah karakter berhenti bergerak. Misalnya seletah melompat, rambut
si karakter tetap bergerak. Overlapping action secara mudah bisa dianggap
sebagai gerakan saling-silang. Maksudnya, adalah serangkaian gerakan yang
saling mendahului (overlapping). Contoh : Kelinci yang melompat. Sesaat setelah
melompat telinganya masih bergerak-gerak meskipun gerakan utama melompat telah
dilakukan.
9. Straight
Ahead & Pose to pose
Ada
dua cara yang bisa dilakukan animator dalam membuat animasi, yaitu straight ahead
action dan pose to pose. Untuk straight ahead action, seorang animator membuat
animasi dengan cara menggambar satu per satu dan dilakukan dengan seorang diri
hingga selesai. Kualitasnya memang akan konsisten, tetapi waktu pengerjaan
membutuhkan waktu yang lama. Sedangkan pose to pose adalah pembuatan animasi
yang dikerjakan hanya dengan menggambar keyframe-keyframe tertentu saja.
Pengerjaannya bisa dilakukan oleh banyak orang, sehingga waktu pengerjaannya
akan lebih cepat dan cocok untuk industri animasi.
10. Staging
Prinsip
animasi staging meliputi bagaimana lingkungan dibuat untuk mendukung suasana
atau ‘mood’ yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene. Biasanya
berkaitan dengan posisi kamera pengambilan gambar. Posisi kamera bawah membuat
karakter terlihat besar dan menakutkan, kamera atas membuat karakter tampak
kecil dan bingung sedangkan posisi kamera samping membuat karakter tampak lebih
dinamis dan menarik.
11. Appeal
Setiap
animasi atau studio animasi memiliki gaya visualnya masing-masing. Misalnya
saja kamu bisa membedakan gaya animasi buatan Jepang, Disney, atau Dreamworks
walaupun melihat dengan sekilas. Hal ini karena mereka mampu memiliki appeal
atau gaya tersendiri dalam pembuatan karakter animasi.
12. Exaggeration
Kamu
mungkin sudah sangat sadar bahwa film animasi kebanyakan dibuat secara
berlebihan atau hiperbolis. Nah, prinsip animasi exaggeration ini mengupayakan
untuk mendramatisir animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang hiperbolis di
mana pembuatannya dilakukan untuk keperluan komedik. Hal ini pasti sering kamu
temui di film animasi seperti Tom & Jerry, Donald Duck, Mickey Mouse, dan
sebagainya.
·
Prinsip – prinsip ini digunakan pada saat
animator akan membuat sebuah film animasi 3D ataupun 2D. Kedua belas prinsip
ini harus selalu digunakan, karena dalam pembuatan film animasi ada 12 prinsip
yang harus dipenuhi untuk membuat sebuah animasi yang hidup. Ke-12 prinsip ini
meliputi dasar-dasar gerak, pengaturan waktu, peng-kaya-an visual, sekaligus
teknis pembuatan sebuah animasi. Jika salah satu dari prinsip ini tidak ada
maka animasi yang dibuat akan terkesan berbeda, namun tetap bisa disebut
animasi.
Ada
pula prinsip – prinsip diluar kedua belas prinsip yang harus disertakan dalam
pembuatan animasi tetapi tetap yang paling utama adalah 12 prinsip animasi ini
dalam pembuatan film animasi.
Contohnya saja dalam film ‘’FINDING NEMO’’, menerapkan
beberapa prinsip animasi, yaitu sbb :
1.
Anticipation / gerakan beraturan
2.
Staging / penataan gerak
3.
Slow In and Slow Out
4.
Follow Through and Overlapping Action
5.
Archs
6.
Secondary Action/Gerakan Pedukung
7.
Timing
8.
Appeal / daya tarikilm ‘’FINDING NEMO’’,
menerapkan beberapa prinsip animasi, yaitu sbb :
1.
Anticipation / gerakan beraturan
2.
Staging / penataan gerak
3.
Slow In and Slow Out
4.
Follow Through and Overlapping Action
5.
Archs
6.
Secondary Action/Gerakan Pedukung
7.
Timing
Pengantar Animasi Dan Desain Grafis 1.1
TUGAS PENGANTAR ANIMASI & DESAIN GRAFIS KE- 1.1
DOSEN PEMBIMBING : DONIE MARGAVIANTO, SKOM.,MMSI
MUHAMMAD REZA PAHLEVI 1B119074
3KA20
ANIMASI
·
Pengertian Animasi
Menurut Ibiz Fernandes
dalam bukunya Macromedia FlashAnimation & Cartooning: A creative Guide,
animasi definisikan sebagai berikut : “Animation is the process of recording
and playing back a sequence of stills to achieve the illusion of continues
motion” ( Ibiz Fernandez McGraw
-Hill/Osborn, California, 2002 ) .
Yang artinya kurang lebih
adalah :“Animasi adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembaliserangkaian
gambar statis untuk mendapatkan sebuah ilusi pergerakan.”Berdasarkan arti
harfiah, Animasi adalah menghidupkan. Yaitu usaha untukmenggerakkan sesuatu
yang tidak bisa bergerak sendiri.Secara garis besar, animasi computer dibagi
menjadi dua kategori, yaitu:
1.
Computer Assisted
Animation
Animasi pada kategori ini
biasanya menunjukpada system animasi 2 dimensi, yaitu mengkomputerisasi proses
animasi tradisional yangmenggunakan gambaran tangan. Computer digunakan untuk
pewarnaan, penerapan virtualkamera dan penataan data yang digunakan dalam
sebuah animasi.b.
2.
Computer Generated
Animation
Pada kategori ini
biasanya digunakan untukanimasi 3 dimensi dengan program 3D seperti 3D Studio
Max, Maya, Autocad dan lainsebagainya.
Animasi pada saat ini
banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam berbagai kegiatan baik untuk
kegiatan yang bersifat santai maupun serius, dari mulai fungsi yang utama
sampai fungsi tambahan atau hiasan. Animasi dibangun berdasarkan manfaatnya
sebagai media yang digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya:
·
Media hiburan
·
Media presentasi
·
Media iklan
·
Media ilmu
pengetahuan
·
Media bantu
·
Media pelengkap
·
Sejarah Animasi
Animasi adalah film yang berasal dari pengolahan
gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Bentuk animasi tertua
diperkirakan wayang kulit. Karena wayang
memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan
ilustrasi musik.Animasi mulai berkembang sekitar abad ke-18 di Amerika. Pada
saat itu teknik stop motion animation
banyak disenangi.
Teknik ini menggunakan serangkaian gambar diam/frame
yang dirangkai menjadi satu dan menimbulkan kesan seolah-olah gambar tersebut
bergerak. Teknik ini sangat sulit, membutuhkan waktu, juga biaya yang banyak.
Karenauntuk menciptakan animasi selama satu dektik, kita membutuhkan sebanyak
12-24 frame gambar diam. Bayangkan jika film animasi itu berdurasi satu jam bahkan lebih.
J. Stuart Blackton mungkin adalah orang Amerika
pertama yang menjadi pionir dalam menggunakan teknik stop motion animation.
Beberapa film yang telah diciptakannya dengan menggunakan teknik ini
adalah The Enchanted Drawing (1900) dan
Humorous Phases of Funny Faces (1906).Selanjutnya, setelah teknologi komputer
berkembang, bermunculan animasi yang
dibuat dengan teknologi komputer. Animasi itu macam-macam jenisnya. Ada yang 2
dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D).
Pada animasi 2D, figur animasi dibuat dan diedit di
komputer dengan menggunakan 2D bitmap graphics atau 2D vector graphics.
Sedangkan 3D lebih kompleks lagi karena menambahkan berbagai efek di dalamnya
seperti efek percahayaan, air dan api, dan sebagainya.Tokoh yang dianggap
berjasa besar mengembangkan film animasi adalah Walt Disney. Walt Disney banyak
menghasilkan karya fenomenali Mickey Mouse, Donald Duck, Pinokio, Putri Salju,
dan lainnya.
Walt Disney pulalah yang pertama membuat film animasi
bersuara. Yakni, film Mickey Mouse yang diputar perdana di
Steamboat Willie di Colony Theatre, New York pada 18 November 1928. Walt Disney
juga menciptakan animasi berwarna pertama yakni, Flower and Trees yang
diproduksi Silly Symphonies di tahun 1932.Film animasi merambah pula ke
negara-negara Asia.
Jepang misalnya juga telah mengambangkan film animasi
sejak tahun 1913 dimana pada waktu itu dilakukan First Experiments in Animation
oleh Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro pada tahun 1913.
Selanjutnya, animasi di Jepang mengikuti pula perkembangan animasi di Amerika
Serikat seperti dalam hal penambahan suara dan warna. Dalam perkembangan
selanjutnya, kedua negara ini banyak bersaing dalam pembuatan animasi. Amerika
dikenal dengan animasinya yang menggunakan teknologi yang canggih dan kadang
simpel. Sedangkan animasi Jepang mempunyai jalan cerita yang menarik. (Pmails/
Cesar Zehan Camille).
Berbicara tentang
animasi, maka tidak terlepas dari negara pencipta animasi yaitu Amerika Serikat
dan Jepang. Animasi sendiri berasal dari kata serapan bahasa Inggris yaitu : Anime,
animation atau animated yang berarti hidup. Anime sendiri berkembang sejak
tahun 1918 di Jepang dan Amerika. Film animasi untuk konsumsi bioskop paling
“primitif” di AS yaitu Snow White and 7 Dwarves.
Ada beberapa hal yang
membuat film cerita animasi Jepang menjadi semakin digandrungi. Pertama, stok
bahan baku yang tak pernah habis. Hampir 75% persen produksi film cerita
animasi Jepang berangkat dari manga (istilah Jepang untuk komik). Kedua, peran
rakyat Jepang yang menyukai produk lokal mereka sendiri.
·
Proses Pembuatan Animasi
Ada dua proses pembuatan
film animasi, diantaranya adalah secara konvensional dan digital. Proses secara
konvensional sangat membutuhkan dana yang cukup mahal, sedangkan proses
pembuatan digital cukup ringan. Sedangkan untuk hal perbaikan, proses digital
lebih cepat dibandingkan dengan proses konvensional. Tom Cardon seorang
animator yang pernah menangani animasi Hercules mengakui komputer cukup
berperan. “Perbaikan secara konvensional untuk 1 kali revisi memakan waktu 2
hari sedangkan secara digital hanya memakan waktu berkisar antara 30-45 menit.”
Dalam pengisian suara sebuah film dapat dilakukan sebelum atau sesudah filmnya
selesai. Kebanyakan dubbing dilakukan saat film masih dalam proses, tetapi
terkadang seperti dalam animasi Jepang, sulih suara justru dilakukan setelah
filmnya selesai dibuat.
o 2Dimensi Celluloid
(konvensional)
Teknik Celluloid
(terkadang disebut menjadi cell) ini merupakan teknik mendasar dalam pembuatan
film animasi klasik. Setelah gambar mejadi sebuah rangkaian gerakan maka gambar
tersebut akan ditransfer keatas lembaran transparan (plastik) yang tembus
pandang/ sel (cell) dan diwarnai oleh Ink and Paint Departement.
Setelah selesai film tersebut akan direkam dengan
kamera khusus, yaitu multiplane camera didalam ruangan yang serba hitam.
Objek utama yang mengeksploitir gerak dibuat terpisah
dengan latar belakang dan depan yang statis. Dengan demikian, latar belakang
(background) dan latar depan (foreground) dibuat hanya sekali saja. Cara ini
dapat menyiasati pembuatan gambar yang terlalu banyak.
Pra-produksi:
·
Konsep,
·
Skenario,
·
Pembentukan
karakter,
·
Storyboard,
·
Dubbing awal,
·
Musik dan sound FX
Pasca-produksi:
·
Lay out (Tata
letak),
·
Key motion
(Gerakan kunci/ inti),
·
In Between (Gambar
yang menghubungkan antara gambar inti ke gambar inti yang lain)
·
Clean Up
(Membersihkan gambar dengan menjiplak)
·
Background (Gambar
latar belakang),
·
Celluloid
(Ditransfer keatas plastik transparan)
·
Coloring (Mewarnai
dengan tinta dan cat).
Post-produksi:
·
Composite,
·
Camera Shooting
(Gambar akan diambil dengan kamera, dengan mengambil frame demi frame),
·
Editing,
·
Rendering,
·
Pemindahan film
kedalam roll film.
Komputer
Setelah perkembangan
teknologi komputer di era 80-an, proses pembuatan animasi 2 dimensi menjadi
lebih mudah. Yang sangat nyata dirasakan adalah kemudahan dalam proses
pembuatan animasi. Untuk penggarapan animasi sederhana, mulai dari perancangan
model hingga pengisian suara/dubbing dapat dilakukan dengan mempergunakan satu
personal komputer. Setiap kesalahan dapat dikoreksi dengan cepat dan dapat dengan
cepat pula diadakan perubahan. Sementara dengan teknik konvensional, setiap
detail kesalahan terkadang harus diulang kembali dari awal. Proses pembuatan
animasi 2Dimensi digital terdiri dari:
Pra-produksi:
·
Konsep,
·
Skenario,
·
Pembentukan
karakter,
·
Storyboard,
·
Dubbing awal,
·
Musik dan sound FX
Pasca-produksi:
·
Lay out (Tata
letak),
·
Key motion
(Gerakan kunci/ inti),
·
In Between (Gambar
yang menghubungkan antara gambar inti ke gambar inti yang lain)
·
Background (Gambar
latar belakang),
·
Scanning
·
Coloring.
Post-produksi:
·
Composite,
·
Editing,
·
Rendering,
·
Pemindahan film
kedalam berbagai media berupa VCD, DVD, VHS dan lainnya.
3 Dimensi
Tiga Dimensi, biasanya
digunakan dalam penanganan grafis. 3D secara umum merujuk pada kemampuan dari
sebuah video card (link). Saat ini video card menggunakan variasi dari
instruksi-instruksi yang ditanamkan dalam video card itu sendiri (bukan berasal
dari software) untuk mencapai hasil grafik yang lebih realistis dalam memainkan
game komputer.
·
Prinsip Animasi
Modal utama seorang
animator adalah kemampuan meng-capture momentum ke dalam runtutan gambar
sehingga seolah-olah menjadi bergerak atau hidup. Sedikit berbeda dengan komikus,
ilustrator, atau -katakanlah- karikaturis yang menangkap suatu momentum ke
dalam sebuah gambar diam (still). Animator harus lebih memiliki ‘kepekaan
gerak’ daripada ‘hanya’ sekedar kemampuan menggambar. Gambar yang bagus akan
percuma tanpa didukung kemampuan meng-’hidup’-kan. Sebagaimana definisi dasar
animasi yang berarti: membuat seolah-olah menjadi hidup.
Prinsip - Prinsip Dasar
Animasi Beserta Contohnya Untuk menjadi animator yang baik kita harus
mengetahui prinsip dasar animasi, antara lain:
1.
Squash and Stretch
( Menekan dan Melentur)Squash and stretch bisa membuat benda-benda hidup atau
benda mati dibuat seolah-olahhidup, menjadi lebih ekspresif dan “bernyawa”,
bergerak dengan lebih realistis.Misalnya karung beras yang dibuat seolah bisa
tertawa geli, malu atau marah.Atau contoh paling klasik : bouncing ball. Squash
ketika berada di tanah, stretch sebelumdan sesudahnya. Stretching walaupun
tidak realistis
2.
Anticipation
(Antisipasi) Membuat setiap gerakan secara berurutan sehingga dapatdinikmati
dan dimengerti oleh penonton. Contohnya bila Donald Duck ingin berlari
kencangdia akan mengangkat kaki dahulu untuk mengambil ancang-ancang, lantas
berlari.
3.
Staging (Penataan
Gerak) Staging (Penataan gerak) adalah prinsip yang bersifat palingumum karena
mencakup banyak area. Misalnya bagaimana mempresentasikan sebuahkarakter agar
dapat dikenal dengan baik oleh penonton. Termasuk ke dalamnya ekspresi yg ingin
ditampilkan, mood yang ingin dibentuk, semua dapat dikomunikasikan dengan
baikkepada penonton bila semua dibentuk dalam penataan gerak yang tepat dan
jelas.Misalnya Minnie Mouse merupakan karakter yang dibuat gerak-geriknya
selalu femininedalam situasi apapun.
4.
Straight Ahead and
Pose to Pose Merupakan dua pendekatan dalam menggambaranimasi. Pada metode
Straight Ahead, animator akan menggambar secara spontan gambardemi gambar
setelah mengetahui story point. Dalam metode pose to pose, animatorbekerja
lebih terencana – - membuat gambar, gerakan, ukuran – - sedini mungkin,
sejakawal sebelum mulai menggambar.
5.
Follow Through and
Overlapping Action (Gerakan Mengikuti) Bila suatu karakter dalamsebuah scene
berhenti bergerak, dia tidak akan berhenti secara tiba-tiba.
Diperlukanpenghitungan timing yang tepat. Misalnya saat Goofy yang bertelinga
panjang berhentibergerak (stop ditempat) makan telinganya akan tetap berayun
atau bila memakai jubah, jubahnya masih tetap berkelebat disaat berhenti.
Inilah yang dimaksud gerakan.
·
Perbedaan Animasi 2D dan 3D
Pengertian Animasi
2D
Animasi 2D sesuai namanya
adalah gambar dua dimensi yang digerakkan secara cepat dan berurutan untuk
menghasilkan gambar bergerak sehingga objek terlihat hidup. Setiap gambar di
proses pembuatan animasi 2D ini punya urutannya masing-masing sesuai dengan
gerakan yang diinginkan oleh sang animator atau pembuat animasi.
Jenis animasi 2D ini dibagi menjadi dua:
Animasi Cel
Dinamakan animasi cel
dari kata celluloid, bahan utama yang digunakan untuk membuat animasi. Proses
animasi ini menggunakan setiap cel yang memiliki objek terpisah, namun
menggunakan satu background. Nantinya yang digerakkan hanya cel yang berisi
gambar objek utama.
Animasi Path
Dalam Animasi Path gambar
yang bergerak akan mengikuti suatu alur yang sudah ditentukan. Contohnya animasi
kereta yang mengikuti lintasan relnya. Seringkali animasi path berupa
pengulangan, dalam artian objek terus bergerak sesuai alurnya hingga kondisi
tertentu.
Pengertian Animasi
3D
Dinamakan animasi 3D
karena tak hanya memiliki panjang dan lebar, tetapi juga mempunyai kedalaman
atau dengan kata lain objek di animasi 3D punya 3 axis (X,Y dan Z). Proses
pembuatan animasi 3D dibantu dengan menggunakan komputer, prosesnya bisa dibagi
menjadi 3 tahapan dasar, yakni:
Modeling
Ini adalah tahap pertama
proses pembuatan animasi 3D. Di tahapan ini dilakukan proses solid atau
membentuk model dasar 3D kemudian diikuti dengan proses shell / boundary untuk
menggambarkan bentuk permukaan objek.
Animation
Setelah selesai proses
pembentukan objek, selanjutnya adalah proses menggerakkan atau yang disebut
animation. Proses ini bisa dilakukan dengan banyak teknik, mulai dari teknik
tradisional, full animation, limited animation dan rotoscoping.
Rendering
Akhir proses animasi 3D
adalah rendering. Dalam proses ini, semua data dimasukkan meliputi modeling,
animasi, texturing serta pencahayaan yang kemudian diolah dan diterjemahkan
menjadi sebuah bentuk output.
Perbedaan Animasi
2D dan 3D
Dari beberapa uraian di atas,
bisa disimpulkan jika animasi 2D dan 3D punya beberapa perbedaan yang mendasar.
Perbedaan ini mulai bentuk, proses hingga output yang dihasilkan. Kamu bisa
lihat perbedaannya dalam rangkuman berikut ini.
Animasi 2D hanya memiliki
panjang dan lebar (X axis dan Y axis), sementara animasi 3D juga punya
kedalaman (X axis, Y axis dan Z axis). Karena memiliki 3 axis, animasi 3D
terlihat lebih nyata dibandingkan animasi 2D. Objek di animasi 3D bisa dibuat
mendekati objek di kehidupan nyata, sementara animasi 2D tidak bisa.
Proses pembuatan animasi
3D lebih rumit dan menggunakan bantuan komputer, sementara animasi 2D bisa
dengan cara konvensional (menggunakan teknik celluloid).Animasi 3D tak hanya
membutuhkan skill menggambar, tetapi juga keahlian mengoperasikan program
komputer.













